Menelan Kenyataan

Aku tak menyukai ini,
Derap kakiku semakin jauh dari jangkauanmu
Dekat pun sudah terasa hampa
Perlahan terbawa arus waktu
Kemanakah kau bawa hariku?
Hanya ada dingin yang menjerat kuat
Lekat pada rindu dalam-dalam di kepala
Menyesakkan seisi rongga tubuhku

Aku ingin bersumpah serapah,
Tentang apapun yang kau beri pada perasaanku
Namun tak punya nurani jika sedikit ucapanku salah
Kusadar, Tuhan selalu mendengar dengan baik
Apa yang hamba-Nya katakan
Maka, kukasihi lagi kehilanganmu itu

Apakau kau tahu itu?
Rasanya baru seperti kemarin kebahagiaan itu hadir
Seakan-akan pintar mencuri separuh milikku
Lalu, menenggelamkan kemauan untuk mencari selain kau
Sedangkan, kini dengan mudahnya kau berpaling
Menemui hati baru atau malah menutup pintu hatimu
Atas itu, aku tak bisa melakukan apa-apa
Dengan kata lain, perlahan kita harus menyelesaikan
Yang belum sampai akhir,
Malahan awal yang kita anggap kita itu,
Memang tiada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Ada Tempat Sembunyi

Bukan Tentang Siapa

Sebab, Aku Pasrah