Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Mungkin Benar

Mungkin benar, Dia mampu bersikap lebih dewasa, sedangkan aku masih bersifat kekanakan. Dia terlahir sudah mempunyai segalanya: harta, tahta, rupa. Sedangkan aku dapat mempunyai seadanya, yang  kudapatkan sendiri dengan cara berjuang meneteskan peluh keringat dan melupakan rasa pegal yang hinggap di badan. Dia selalu bisa membuatmu merasa nyaman, walau hanya dengan cara memandang diam-diam. Tidak seperti aku, yang berada di sampingmu. Untuk menyayangimu, namun enggan kau toleh. dan masih banyak hal lain, yang mampu membuatmu tega menyakitiku perlahan. Bukan keahlianku menilai seseorang. Tetapi aku cukup sadar diri untuk menjadikanmu milikku. Entah sampai kapan kamu akan terus berlari, mengejar dia yang terlihat sempurna di matamu. Lalu aku hanyalah seonggok perempuan  manja , penakut dan pembawa risau di dadamu. Mungkin benar, Melupakanku adalah keputusan yang baik, tentang cara Tuhan agar mengajarimu cara berpikir bahwa aku tidaklah baik untuk ...

Bukan Tentang Siapa

Gambar
Pertemuan adalah salah satu takdir Tuhan yang sudah Ia rencanakan jauh hari sebelum kita jatuh hati. Di tanganNya pula, terdapat kisah-kisah yang telah tertulis  sebelum kita terlahir. Lalu hadapkan oleh banyak pilihan yang mampu menjebak bila tidak pintar memilih, berujung pada satu kata; berhenti atau akan seterusnya bersama? Dalam segala kerendahan hati, aku tidak ingin melupakan Tuhan ketika berpangku harap. Berharap pada manusia, ternyata hanya membuat hati sakit bukan kepalang. Perasaan seakan dipaksa mati begitu saja, kupikir tidak ada seseorang yang bersedia menyembuhkan. Semakin lama, semakin tenggelam pada kesia-siaan hidup. Di dekat telinga, jauh di kedua mata, kenangan masih berputar-putar baik dalam kepala. Menyuguhkan asa yang pupus. Seseorang itu, cinta yang pernah lekat padanya, sedalam lautan seluas langit ingin aku taruhkan. Melayarkan rindu-rindu di terik matahari dan dimensi berbeda. Menyilangkan kedua ego untuk menuju hasil sama, kembali mencinta...