Janji Untuk Kembalimu

Dalam gerimis yang datang malam ini,
ada sebuah doaku terkirim untuk Tuhan:

"Semoga, esok pulangmu tak menyisakan luka 
di kepala sebagai ingatan,
di hati untuk rasa-rasa lalu,
dan mata yang biasa untuk kau menatapku itu."

Acapkali debar itu masih kukenali dengan jelas
Inikah pertanda aku mengharapkannya?
Atau sebatas jejak yang belum sempat terhapuskan secara tuntas?

Lalu, lagu-lagu kudengar dengan penuh sesak
Memori mengurai satu-persatu
Menjelaskan perlahan tentang kelebatan kisah patah
Dari sebuah bekas pelukan seseorang
Uluran tangan yang selalu siap melengkapi suasana hati
Kebersamaanya sungguh manis dan memikat,
seperti warna-warni permen kapas...

Ah, aku ingin segera terlelap segera
Setelah membayangkan sekian berjuta kali
Menanggung rindu takkan mudah 
Sebab kesendirian semakin membuat waktu cepat,
Berubah menyelaraskan keadaan,
Berkembang supaya lebih membesarkan hati,
Kumpulan pengalaman mengajarkan banyak hal
Apapun yang didapatkan hari ini
Pertemuan dan perpisahan sudah selayaknya
Diberikan Tuhan untuk hamba-Nya
Untuk mengenal tak hanya salah satu,
Dijalani oleh kesedihan dan kesenangan
Di antara dua itu adalah keseimbangan. 

Berjanjilah,
Bahwa kepulanganmu tak beriku sebuah harapan
Aku telah termangu cukup lama untuk kekosongan itu
Entah berapa kesempatan terlewat begitu saja
Demi merawat bayanganmu yang suka bermain-main
Dan kau sama sekali tak tahu,
Bahkan mungkin kau sengaja tak mau tahu.

Keberadaanmu adalah sebuah fase 
Untukku menerima apa adanya
Kedewasaan yang sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Ada Tempat Sembunyi

Bukan Tentang Siapa

Sebab, Aku Pasrah