Tak Ada Tempat Sembunyi
Sore ini lebih dingin dari hawa biasanya. Sebab hujan turun sejak siang tadi. Sepulang bekerja, aku biasa mengerjakan tugas rumah. Setelah semuanya beres, aku merasa senang karena hari ini tidak terlalu melelahkan walau cukup menguras tenaga. Kupilih menyetel musik dan mendengarkan dengan seksama. Tanpa aku sadar, aku memilih lagu yang sama berulang kali. Ia kesukaanmu, dan kau pasti tahu. Ya, suatu kali kita pernah menyanyikannya bersama. Melepas tawa, di malam hari penuh ceria. Tanpa memikirkan takdir kita akan dibawa sampai kemana.
Diam adalah salah satu jarak yang tidak terlihat namun nyata terasa. Cara kita menjelaskan tentang kesadaran untuk saling melihat satu sama lain. Seringkali, aku mencuri kesempatan waktu hanya mencari hiburan semata-mata disela merindukanmu saat menunggu sendirian itu melelahkan rasanya. Entah apa yang kita lalui hari ini, aku cukup bersyukur untuk semuanya. Begitu banyak hari-hariku yang dipenuhi cerita dan berharap kau setia mendengar keluh kesahku. Begitu sesak dadaku ketika melihat namamu muncul pada selip kontak di sosial media. Begitu rapuh aku ternyata masih diam-diam mencintaimu. Meski aku tahu, menginginkan keadaan yang sama seperti dahulu merupakan hal tabu.
Adakah cara agar aku tidak merasa sendirian tanpa kamu? Hingga detik ini langkahku berat sebelah, terikat di bayangmu. Adakah cara agar aku tidak perlu sungkan memberimu pesan, sekedar tahu kabarmu saja? Hingga detik ini aku takut menganggu waktumu yang sibuk. Adakah cara agar aku tidak menangis ketika tahu kamu memilih pergi? Hingga detik ini aku percaya bahwa kamu takkan pernah hilang dari hatiku. Adakah cara agar aku tidak merasa bimbang dengan keyankinanmu? Hingga detik ini aku percaya kau akan kembali menjelaskan semuanya.
Pada suatu waktu
Kita pernah memaksakan kehilangan
Yang mana mematahkan perasaan
Menyalahkan keadaan juga keyakinan
Entah siapa yang benar
Namun tidak ada yang patut disalahkan
Rasaku terukir sempurna sebabmu
Dan ia hanya mampu berserah
Dengan Yang Maha Esa
Menyemogakan berjuta kebahagiaan
Di lekat tubuhmu yang lelah seharian
Pelukan itu, membekas dalam-dalam di tubuhku. Hangat dan harum tubuhnya, membuat aku betah berlama di dekatnya. Erat genggaman tangan kita berdua, mengisyarat saling takut lepas. Dan bagiku, cinta itu hampir setara alkohol. Ia candu. Sekali tak bertemunya. Jam dindingku serasa mau kupecah saja. Sekali kau nyaman, maka tidak ada mereka yang bisa menyakinkan seseorang itu terganti.
Aku kembali merasa ditemukan, kau merasa tak pernah bisa pergi. Kita sama tahu, cinta itu nyata. Hanya tersangkal oleh logika. Dan jawabannya ada di tangan-tangan semesta. Semoga, kebaikan akan selalu menyertai.
Tulisanmu selalu bagus puan 💕
BalasHapusMay Allah replace your hardships with blessings.
BalasHapus(: