Merasakanmu, Lagi
"Ada apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Sebuah kata yang sering kutanyakan untuk diri sendiri, ketika kembali mengingatmu dengan mudah. Di antara deras hujan, masih kurasa hangat jaketmu. Di lagu-lagu lawas terdengar seperti nyanyian yang pilu. Di jalanan kota telah banyak menggaris-gariskan kenang. Menatap awan, menatap rautmu juga. Di setiap seduh kopi dan aroma parfum menguar jelas bau harum tubuhmu yang senantiasa selalu kurindu. "Aku ini mencintai siapa?" Tanya diriku di pikiran-pikiran yang mengabu. Ketika waktu berputar lebih cepat dari harapan manusia. Adakah yang bisa lebih tepat mengintip rahasia-Nya? Aku dapat mencintaimu, dimana dan kapan saja. Sederhana, tanpa perlu banyak penjelasan mengapa jatuh cinta ialah perkara yang rumit. Kita ini dua orang manusia, tempat banyak khilaf. Begitupun juga yang dirasa, pula dimiliki. Pada pilihan singgah atau menetap, hati pun begitu. " Sudah berapa lama aku pergi? Tetapi tidak kemana-mana?" Semenj...