Inilah Adanya
Kami sama-sama patah hati,
Merasakan luka hadir seakan menikam,
dalam ke jantung dan nadi.
Lewat senyum sederhana tanpa menganggap apa-apa
Adu pandang di balik sosial media
Padahal sebenarnya kita sedang menipu
Diri kita sendiri yang sakit
Diberi kenyataan baru bahwa inilah,
Namanya kehilangan.
Waktu itu,
Kami berusaha mencari kesenangan
Kesana-kemari menemukan peristirahatan
Mengukir cerita baru, menutupi prasangka
Alih-alih sebagai penghibur lara
Yang ada malah semakin mengoyak dada
Sebab merelakan belum tuntas sepenuhnya
Dan perlahan kesadaran itu pulih,
Setelah sekian proses terjalani
Terkadang hanya ingin diam
Merenungi apapun di hari lalu
Lalu, sedikit demi sedikit logikaku terbangun
Ia seperti dendam atas ketidakpedulian waktu
Meski tidak semudah bibir mengucap kata,
Ya mau bagaimana lagi?
Belajar menerima keadaan,
Memulai hidup tanpa bayang seseorang,
Menikmati perjalanan hidup begini adanya.
Menebus satu-persatu yang diruntuhkan
Tanpa sadar jiwanya kembali,
Menata kehidupan tahap demi tahap
Meski menjadi asing
Dalam dirinya sendiri.
Komentar
Posting Komentar